Semakin
bertambah tahun semakin banyak sekali inovasi teknologi berkembang pada era
ini, 90% perkembangan saat ini diperoleh dari teknologi yang setiap tahunnya
semakin canggih, maka dari semua kecanggihan itu pula dapat memberikan
kemudahan kepada seluruh manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Masyarakat
sekarang lebih merujuk kepada Utopian Determinisme, makna ini memiliki
arti bahwasannya masyarakat yang selalu bergantung kepada teknologi seakan-akan
teknologi baik berupa laptop, gadget, tablet merupakan tuhannya sehari-hari. Manusia
mengira bahwasannya teknologi lebih dipercaya untuk mempermudah melakukan
aktivitas sehari-hari. Contoh yang paking terlihat adalah manusia zaman ini mayoritas
dapat melakukan komunikasi jarak jauh dengan menggunakan platform seperti
WhatsApp, Facebook, Instagram, dan lain-lain secara bersamaan dan dapat dilakukan
oleh banyak orang. Dengan kemudahan seperti ini manusia lebih produktif dalam
melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Dengan kemajuan teknologi tersebut dapat
muncul begitu cepat platform-platfrom baru yang lebih memudahkan manusia dalam
melakukan sesuatu. Aplikasi yang telah dibuat oleh programmer saat ini
rata-rata memiliki fungsi untuk memberikan fasilitas serta pelayanan kepada
masyarakat akan sesuatu yang sedang diproduksi. Seperti halnya aplikasi online
shop yang dapat membantu manusia untuk berbelanja yang bisa diatur dari rumah. Jadi
kita tidak perlu pergi ke mall untuk berbelanja, karena dengan berbelanja
online seluruh sistemnya juga serba online, seperti transaksi dan pemilihan
kurir. Setelah itu kita menunggu kurir membawa barang yang kita pesan. Semudah itu
berbelanja tanpa pergi ke mall dan pasar. Di era serba online ini apapun bisa
dilakukan hanya dengan menggunakan aplikasi pada gadget.
Di tahun 2020, banyak sekali
peristiwa yang terjadi pada tahun tersebut, salah satunya adanya pandemic Covid-19
yang banyak memakan korban jiwa. Covid-19
merupakan jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus yang sama dengan
golongan Coronavirus atau SARS-CoV-2. Penyakit ini menyebar dari paparan hewan
yang memiliki virus dan bakteri sehingga menular kepada manusia. Hingga
Desember 2020, terdapat 664.940 Kasus Covid-19 serta kematian manusia mencapai
19.880 orang di Indonesia. Dengan adanya berita semacam ini, masyarakat
dihimbau untuk tetap waspada dan dianjurkan dirumah saja. Pada pandemic semacam
ini, masyarakat lebih memilih untuk melakukan aktivitas dirumah karena sebagai bentuk
keamanan diri dan memutus tali penyebaran Covid-19. Pada masa pandemic, masyarakat
tetap melakukan aktivitas pekerjaan dirumah dan hanya melakukan komunikasi
melalui platform seperti aplikasi Zoom, Google Meets, WhatsApp Video Call, dan
aplikasi sejenis lainnya. Tidak sedikit pula masyarakat yang selalu melakukan
bepergian menggunakan kendaraan umum karena keadaan mendesak seperti acara
keluarga, meeting, pertemuan orang penting, dan masih banyak lagi. Untuk itu
PT. Kereta Api Indonesia Persero memberikan pelayanan terbaik dan berinovasi
untuk memberikan kenyaman kepada pelanggan. PT. KAI akhirnya merilis aplikasi
KAI Access sebagai sarana digital untuk melakukan reservasi tiket. Aplikasi ini
sebenarnya sudah lama dibuat sejak tahun 2013an, kemudian aplikasi KAI Access
selalu berkembang seiring dengan perubahan jadwal kereta api serta penambahan
armada pelayanan pelanggan kereta Api. Aplikasi KAI Access saat ini telah
menjadi aplikasi pokok untuk melakukan reservasi tiket, karena mengenai adanya pandemic Covid-19. Pihak KAI hanya melakukan
penjualan tiket dengan menggunakan KAI Access baik kereta jarak jauh dan kereta
lokal. Penjualan tiket di stasiun diperuntukkan untuk masyarakat yang melakukan
perjalanan secara langsung (goshow) atau melakukan pembelian 3 jam sebelum
keberangkatan.
KAI Access memliki banyak fitur
diantaranya pemesanan, reschedule, pemilihan menu makanan minuman di kereta,
serta refund. Seperti reservasi pada umumnya, KAI Access menambah jadwal kereta
api dari setiap destinasi seluruh kota yang tersebar di Pulau Sumatera dan
Jawa. Masyarakat dapat memilih kereta api yang hendak dinaiki. Pada saat
pemesanan, pelanggan diminta untuk mengisi identitas agar tiket memiliki
identitas yang sama saat akan melakukan check in. Pengisian identintas juga dapat
membooking tempat duduk yang dipesan saat melakukan pemesanan tiket kereta api.
Setelah itu memiliki fitur reschedule untuk melakukan penggantian tanggal
keberangkatan jika pelanggan tidak dapat berangkat pada tanggal yang telah
dipesan sebelumnya. Pada proses reschedule, pelanggan diminta untuk menambah
pembayaran sebanyak 25% dari harga tiket asli. Fitur lainnya seperti refund
juga memudah pelanggan kereta api untuk melakukan pembayaran, masyarakat akan
mendapatkan pengembalian uang sebesar 75% yang nantinya bisa diambil di loket stasiun
terdekat. Fitur-fitur ini dapat memudahkan pelanggan untuk menikmati pelayanan
yang diberikan oleh PT KAI. Jadi di era teknologi seperti ini, platfrom atau
aplikasi menjadi sebuah alat pokok dalam mempermudah aktivitas manusia sehari
hari. Dalam pandemic seperti ini aplikasi KAI Access sangat memudahkan manusia
untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sekian terima kasih.
Aufa Nafis
Hibatulloh
Mahasiswa
Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo

